JuanRamadhan.com

media belajar dan berbagi via blog

Ikuti kami di YouTube untuk mendapatkan video doa-doa lengkap

×
Menu

Tuntunan Khutbah Jum’at Lengkap

Kategori: Khutbah Jum'at

JuanRamadhan.com – Sebelum lebih jauh mengenal syarat dan rukun khutbah secara lengkap, terlebih dahulu marilah kita sedikit mempelajari pengertian khutbah itu sendiri. Secara bahasa, khutbah dapat didefinisikan sebagai “Perkataan yang disampaikan oleh seseorang di atas mimbar”, adapun definisi khutbah secara istilah yaitu “Perkataan yang mengandung nasihat dan pengajaran dari seseorang”.

Dari kedua pengertian khutbah tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa khutbah merupakan nasihat atau pesan-pesan agama yang disampaikan secara lisan dihadapan orang banyak (Jama’ah) dengan bahasa yang meyakinkan dan argument-argument yang kuat serta memberikan pengaruh kepada pendengar atau para Jama’ah.

Banyak terdapat jenis-jenis khutbah, seperti khutbah jum’at, khutbah idul fitri, khutbah idul adha dan khutbah-khutbah lainnya. Tapi, yang akan saya bahas disini adalah khutbah Jum’at.

Sesuai dengan namanya, khutbah jum’at dilaksanakan setiap seminggu sekali tepatnya pada hari jum’at. Orang yang menyampaikan khutbah disebut dengan khotib. Dan sebagai khotib, hendaknya mengetahui serta memahami syarat dan rukun khutbah agar khutbah yang disampaikan tidak sia-sia serta mengetahui pula sunnah-sunnah khutbah dan perkara yang makruh dalam berkhutbah.

Untuk selengkapnya mengenai hal tersebut, silakan langsung saja Anda simak ulasan Tuntunan dan Panduan Khutbah Jum’at Lengkap berikut ini :

Rukun Khutbah Jum’at

  1. Membaca hamdalah (alhamdulillahi) dalam khutbah
  2. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam khutbah
  3. Berwasiat atau mengajak untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT
  4. Membaca ayat Al-Qur’an dalam khutbah berkenaan dengan tema khutbah yang disampaikan, walau satu ayat saja asal utuh tidak sepenggal-penggal ayat hingga tidak dapat dipahami oleh para jama’ah.
  5. Berdoa memohon ampunan atas orang-orang mukminin di dalam khutbah ke dua.

Syarat Syah Khutbah Jum’at

  1. Orang yang bertugas menyampaikan khutbah (Khotib) harus suci dari hadats kecil dan hadats besar. Jika Khotib berhadats di tengah-tengah khutbah, maka wajib mengulang khutbahnya dari awal lagi. Orang yang menggantikan telah mendengarkan khutbah serta rukunnya sejak awal dari khotib yang digantikannya
  2. Khotib haru suci dari najis di tubuhnya, di tempat ia berkhutbah (mimbar, tongkat, dan yang lainnya) serta suci dari apa-apa yanag di bawanya (kitab khutbah, dll)
  3. Khotib menutup auratnya
  4. Saat menyampaikan khutbah harus berdiri
  5. Harus duduk diantara dua khutbah (dari khutbah pertama, ke khutbah yang kedua)
  6. Harus diperhatikan diantara rukun-rukunnya dua khutbah, dan dalam memisahkan antara khutbah pertama dengan khutbah kedua jangan sampai terlalu lama.
  7. Harus diperhatikan diantara dua khutbaha dan shalat.
  8. Saat membaca rukun-rukunnya dua khutbah harus dengan Kalaamul Arab, walauppun para hadirin tidak paham bahasa Arab.
  9. Isi rukunnya dua khutbah harus dapat didengarkan oleh minimal 40 orang jama’ah shalat jum’at yang menjadikan syahnya shalat jum’at.
  10. Khutbah dilakukan dalam waktu dzuhur

Sunnah Khutbah Jum’at

  1. Saat menyampaikan khutbah ada di mimbar atau tempat yang lebih tinggi dari jama’ah
  2. Khotib ketika akan naik mimbar disunnahkan mengucapkan salam kepada orang yang berada di sebelah kiri dan kanan mimbar
  3. Khotib ketika naik mimbar dengan pelan-pelan
  4. Setelah naik mimbar, khotib kemudian menghadap hadirin atau jama’ah dan mengucapkan salam, selanjutnya duduk untuk mendengarkan adzan
  5. Ketika menyampaikan khutbah, khotib disunnahkan memegang tongkat dengan tangan kanan, dan memegang pinggiran mimbar dengan tangan kiri
  6. Khotib disunnahkan mengeraskan suaranya, serta dengan fasih dan jelas yang dapat dipahami suaranya oleh jama’ah
  7. Saat duduk diantara khutbah pertama dengan khutbaha kedua, disunnahkan membaca suart Al-Ikhlah
  8. Mendoakan kebaikan mendapatkan hidayah dan taufiq kepada imam muslim, pemerintah dan para pejuang muslim

Hal-hal Yang Makruh dalam Khutbah Jum’at

  1. Orang yang menyampaikan khutbah (khotib) bukanlah orang yang akan menjadi imam dalam shalat jum’at
  2. Saat menyampaikan khutbah dengan menunjuk-nunjuk hadirin atau jamaah
  3. Saat menyampaikan khutbah, menengok ke kanan dan ke kiri.
  4. Mengangkat kedua tangannya saat menuju tempat khutbah atau mimbar

Dari uraian diatas, semoga kita semua lebih memahami rukun dan syarat khutbah, serta berbagai sunah dan makruhnya khutbah. Ini sangat perlu sekali bagi Anda khususnya yang kebetulan dipercaya untuk menjadi Khotib. Semoga bermanfaat.

Artikel terkait: